Berselancar di Dunia Maya Memang Mengasikkan
Berselancar di Dunia Maya, tampaknya kurang berdampak positif, namun disaat yang sama tawaran keterbukaan informasi dari dunia maya itu anak-anak kita tidak boleh gaptek mengenalnya, bagaimana kiat-kiat kita sebagai orang tua, pendidik, untuk membentengi jiwa anak kita agar tidak terjerumus ke hal-hal yang kurang baik.
Pendapat saya, sebagai orang tua dan pendidik, hendaknya juga tidak gaptek pada internet, bagaimana bisa kita menuntun anak dan murid kita, jika orang tua dan pendidiknya gaptek internet ? Pengalaman saya sebelum mengenal dunia maya, selalu ngomel dan ngedumel melulu melihat putra dan putri saya berselancar di dunia maya, belum lagi biaya bulanan internet yang melonjak sangat tajam, tidak dapat berbuat banyak untuk mengatasi masalah tersebut saya larang anakku ngambek,dilain pihak tidak ingin anakku gaptek internet.
Dari pengalaman itu, saya berpacu mengenal dunia maya, dulu waktu belum mengenalnya, selalu ngomel, sekarang setelah mengenalnya lebih gila dari anakku, aku bisa duduk di hadapan latopku berjam-jam, untuk mengenalnya lebih dalam dan tidak boleh kalah dengan putra-putriku ternyata bisa, dari dunia ini aku dapat berkenalan dengan dunia luar misalnya dapat berkenalan dengan teman-teman yang seprofesi, saya banyak belajar dari mereka yang telah lebih dahulu mengenal dunia maya, dari perkenalan itu bisa bercerita, curhat dan menanyakan sesuatu yang belum aku ketahui. Awalnya cuma kenalan, curhat, dan bertanya cara download lagu, berkembang ke pencarian materi pendidikan, buku, alamat website, tutorial Microsoft Office dan alamat aplikasi yang lain.
Seiring berjalannya waktu ternyata kemampuanku terus bertambah jika dibanding dengan teman-temanku yang telah lebih dulu mengenal dunia komputer, tanpa disadari kemampuanku bisa mengedit foto dengan berbagai aplikasi yang berkenaan editing foto, editing video, rancang bangun rumah, desain furniture, dan blog atau website.
Dari kemampuanku yang diperoleh dari dunia maya itu aku bisa mengarahkan, mendidik mereka ke jalan yang benar, memberikan contoh pada keduanya apa yang telah saya lakukan dan apa yang telah dihasilkan dari alam itu, juga dapat memberikan sesuatu untuk masa depannya, yang dulu mengeluarkan uang terus, sekarang sudah dapat mendatangkan uang sebagai tambahan pendapatan sehari hari.
Kita sering mendengar pepatah, guru kecing berdiri murid kencing sambil berlari, untuk merubah prilaku anak dan peserta didik, kita perlu ketauladanan dari orang tua dan pendidik, untuk merubahnya dengan tindakan yang halus, perkataan yang lemah lembut yang tidak menyinggung perasaannya, dan kita sebagai orang tua harus tau situasi yang pas untuk merubah prilaku anak tersebut, misalnya waktu mereka senang kita ajak mereka ngobrol bersama, sambil menunjukkan pada mereka apa yang telah kita lakukan, kamu bisa merubah atau mengedit background foto ayah ? kita pancing mereka untuk berdiskusi, dan lihat jawaban nya, kedua anakku serempak berkata tidak bisa, apa ayah bisa ? mereka malah bertanya balik pada saya, bisa dikit mau lihat caranya ? mereka antusias melihat cara mengedit background foto yang saya buat, lalu saya ubah gambar-gambar itu menjadi slideshow ( gambar yang dapat bergerak ).
Setelah itu saya ajak keduanya, berdiskusi lagi mengapa ayah cepat bisa menguasi itu ? ayah berselancar di dunia maya mencari sesuatu yang berguna, yaitu mencari bekal kehidupan untuk selanjutnya, dan apa yang kalian lakukan selama ini, kalian ilmunya tidak bertambah karena hanya bermain, chatting, bermain lagi ? Yah, itu aja ilmu yang kalian dapatkan dari dunia maya, jika kalian ingin seperti ayah, kalian harus merubah prilaku yang selama ini, hanya bermain, bermain ..........., mau tidak kamu berubah ?, ternyata keduanya mengangguk, dan tidak berontak, lalu saya arahkan keduanya untuk mengerjakan tugas-tugas yang harus dikuasi, yang sudah saya siapkan contohnya master tentang editing foto, mengkompres foto dan video, dan kemampuan dalam pengolahan kata microsoft office dlsb. sekarang dunia facebooknya tidak lagi digunakan chat saja tapi sudah berubah menanyakan sesuatu tentang PR yang saya berikan.
Kesimpulan diatas, bagaimana cara bertindak, menuntun putra-putri kita, orang tualah yang paling dominan membimbing mereka, juga tak terlepas peran serta guru disekolahnya, agar menggunakan media internet untuk sesuatu yang berguna bagi dirinya dikemudian hari, sebagai bekal hidupnya.
Pendapat saya, sebagai orang tua dan pendidik, hendaknya juga tidak gaptek pada internet, bagaimana bisa kita menuntun anak dan murid kita, jika orang tua dan pendidiknya gaptek internet ? Pengalaman saya sebelum mengenal dunia maya, selalu ngomel dan ngedumel melulu melihat putra dan putri saya berselancar di dunia maya, belum lagi biaya bulanan internet yang melonjak sangat tajam, tidak dapat berbuat banyak untuk mengatasi masalah tersebut saya larang anakku ngambek,dilain pihak tidak ingin anakku gaptek internet.
Dari pengalaman itu, saya berpacu mengenal dunia maya, dulu waktu belum mengenalnya, selalu ngomel, sekarang setelah mengenalnya lebih gila dari anakku, aku bisa duduk di hadapan latopku berjam-jam, untuk mengenalnya lebih dalam dan tidak boleh kalah dengan putra-putriku ternyata bisa, dari dunia ini aku dapat berkenalan dengan dunia luar misalnya dapat berkenalan dengan teman-teman yang seprofesi, saya banyak belajar dari mereka yang telah lebih dahulu mengenal dunia maya, dari perkenalan itu bisa bercerita, curhat dan menanyakan sesuatu yang belum aku ketahui. Awalnya cuma kenalan, curhat, dan bertanya cara download lagu, berkembang ke pencarian materi pendidikan, buku, alamat website, tutorial Microsoft Office dan alamat aplikasi yang lain.
Seiring berjalannya waktu ternyata kemampuanku terus bertambah jika dibanding dengan teman-temanku yang telah lebih dulu mengenal dunia komputer, tanpa disadari kemampuanku bisa mengedit foto dengan berbagai aplikasi yang berkenaan editing foto, editing video, rancang bangun rumah, desain furniture, dan blog atau website.
Dari kemampuanku yang diperoleh dari dunia maya itu aku bisa mengarahkan, mendidik mereka ke jalan yang benar, memberikan contoh pada keduanya apa yang telah saya lakukan dan apa yang telah dihasilkan dari alam itu, juga dapat memberikan sesuatu untuk masa depannya, yang dulu mengeluarkan uang terus, sekarang sudah dapat mendatangkan uang sebagai tambahan pendapatan sehari hari.
Kita sering mendengar pepatah, guru kecing berdiri murid kencing sambil berlari, untuk merubah prilaku anak dan peserta didik, kita perlu ketauladanan dari orang tua dan pendidik, untuk merubahnya dengan tindakan yang halus, perkataan yang lemah lembut yang tidak menyinggung perasaannya, dan kita sebagai orang tua harus tau situasi yang pas untuk merubah prilaku anak tersebut, misalnya waktu mereka senang kita ajak mereka ngobrol bersama, sambil menunjukkan pada mereka apa yang telah kita lakukan, kamu bisa merubah atau mengedit background foto ayah ? kita pancing mereka untuk berdiskusi, dan lihat jawaban nya, kedua anakku serempak berkata tidak bisa, apa ayah bisa ? mereka malah bertanya balik pada saya, bisa dikit mau lihat caranya ? mereka antusias melihat cara mengedit background foto yang saya buat, lalu saya ubah gambar-gambar itu menjadi slideshow ( gambar yang dapat bergerak ).
Setelah itu saya ajak keduanya, berdiskusi lagi mengapa ayah cepat bisa menguasi itu ? ayah berselancar di dunia maya mencari sesuatu yang berguna, yaitu mencari bekal kehidupan untuk selanjutnya, dan apa yang kalian lakukan selama ini, kalian ilmunya tidak bertambah karena hanya bermain, chatting, bermain lagi ? Yah, itu aja ilmu yang kalian dapatkan dari dunia maya, jika kalian ingin seperti ayah, kalian harus merubah prilaku yang selama ini, hanya bermain, bermain ..........., mau tidak kamu berubah ?, ternyata keduanya mengangguk, dan tidak berontak, lalu saya arahkan keduanya untuk mengerjakan tugas-tugas yang harus dikuasi, yang sudah saya siapkan contohnya master tentang editing foto, mengkompres foto dan video, dan kemampuan dalam pengolahan kata microsoft office dlsb. sekarang dunia facebooknya tidak lagi digunakan chat saja tapi sudah berubah menanyakan sesuatu tentang PR yang saya berikan.
Kesimpulan diatas, bagaimana cara bertindak, menuntun putra-putri kita, orang tualah yang paling dominan membimbing mereka, juga tak terlepas peran serta guru disekolahnya, agar menggunakan media internet untuk sesuatu yang berguna bagi dirinya dikemudian hari, sebagai bekal hidupnya.

Post a Comment for "Berselancar di Dunia Maya Memang Mengasikkan"